Rabu, 22 September 2010

Little Friendship, Big Family

Siapa yang menyangka hidup kita mau seperti apa? Siapa yang menyangka kita nanti akan sukses? Satu hal yang selalu jadi pekikan, "mau dimanapun kita, label kaya apapun kita, kalo emang kita mau berusaha dengan sekuat hati & tenaga niscaya kesuksesan bisa kita raih". Dan selama 4-6tahun hidup gue akan bergantung sama mereka semua, dan bukannya ngga mungkin kalo kita semua ini layaknya saudara di sebuah keluarga besar. Sebuah keluarga itu penuh dengan kebersamaan, sebuah keluarga itu penuh akan keterbukaan, dan sebuah keluarga itu saling mengerti. Karena mereka-mereka semua selalu mengisi kebersamaan di dalam keluarga besar FAPSI UNPAD, karena mereka-mereka semualah yang menunjukan keterbukaannya atas dasar kekeluargaan, dan karena senyum merekalah yang mau mengerti gue. Setiap kali gue nulis ini, jujur aja gue selalu ngebayangin dimana saat-saat kita bersama, bercanda bareng, ngobrol bareng, penuh dengan keterbukaan, penuh dengan kebersamaan. Gue pun kadang-kadang harus mengusap air yang keluar dari mata karena begitu berartinya mereka. Dan dari perjalanan 3 bulan pertama ini ngga selalu mulus, banyak banget rintangan yang kita hadapi mulai dari masalah pribadi sampai masalah kelompok. Nah biar kalian tau siapa-siapa aja mereka yang gue anggap keluarga spesial 4tahun, gue akan kenalin satu persatu.
Dari yang paling kiri :
  • Annisaa Firdiana --> Icha. Pertama gue ketemu dia, lewat facebook. Dialah orang yang pertama gue sms untuk nanya jadwal registrasi, almamater, sampai dateng di pra-PMB kemarin. Dan dialah orang yang selalu gue jadiin panutan, disaat gue merasa hubungan gue dgn pacar mulai ngga baik, gue langsung melihat gimana si icha sama pacarnya Tyo (yang sekarang di Hukum, UI). Dia orang yang bisa tegar sekalipun disaat menangis. Gue punya cerita banyak tentang dia selama 3bulan ini, dialah yang selalu menolong, menemani gue disaat gue butuh seseorang misalkan aja nanya tentang sesuatu, dia juga yang ngasih masukan dalam setiap forum.
  • Meidini Putri Chairmanita --> Mei. Pertama gue ketemu dia saat pengisian buper, memang agak jauh waktunya, tapi gue selalu memperhatikannya dari awal foto list kelulusan SMUP di upload, karena yang gue tahu dia kost di seberang kostan gue. Jujur aja gue tertarik sama dia dalam hal kekeluargaan. Dia orangnya lucu, lugu banget dan sangat mudah impressive. Gue ngerasa nyaman banget disaat bareng dia, entah kenapa gue seperti ngerasa punya adik, punya temen yang lebih muda, tapi gue ngga merasa seperti bertemen sm anak kecil, dia punya pemikiran yang dewasa. Yang gue tau, dia sering bergantung sama temen-temennya. Dan itu juga yang membuat dia batal kost di seberang kostan gue, lalu pindah ke Ciseke. Gue lebih menganggep dia lawan main gue di film2 FTV, karena orang suka men"cie-cie" saat gue lagi berdua sama dia. Haha..maaf bercanda
  • Ghani Adityo Agung --> Opa Agha. Pertama gue ketemu dia saat hari ke2 PMB, memang agak aneh melihat pakaianya dia yang begitu nyentrik. Disaat kami semua berpakaian putih hitam, bername-tag kupu2, dia dengan santainya dateng telat dengan pakaian bebas. Gue kira senior, ngga taunya maba juga. Ckck. Tapi beliau emang jadi panutan buat gue, sikapnya yang bijak mampu menjadi penengah dikala ada pertikaian, bahasanya yang medok mampu menjadi penghibur dikala dukalara. Tapi cukuplah, gue ngga mau ngebahas anak cowo panjang2, takut dikira "aneh" juga.
  • Diah Astari Rahmanita --> Asty. Pertama kali gue ketemu dia waktu hari pertama PMB, dialah yang membuat daftar nama kelulusan SMUP kemarin. Gue seneng banget dia orang yang begitu periang, dia juga salah satu orang yang mudah impressive dan gue suka akan hal itu. Gue nganggep dia udah kaya sahabat kecil, mungkin karena dia mirip sama temen masa kecil gue (Harly) yang kemarin juga sempet gue ajak ngumpul bareng di forum bersama asty. Keluarga gue bener-bener lengkap deh ditambah dengan orang macem asty yang selalu bisa membawa hawa positif lewat riangnya.
  • M. Kadaryadi --> Kadar. Pertama kali gue ketemu dia waktu hari pertama PMB, dari awal ngeliat sih gue sebenernya sedikit risih melihat gaya berpakaiannya yang kalo kata orang "baru mahasiswa baru aja dah belagu". Tapi maaf, setelah gue kenal dia ternyata Kadar itu orang yang humoris, apa ya..bisa menempatkan diri. Dia juga orangnya ngga suka ngomong banyak, kalaupun ngomong ya paling ngga lucu lah didengernya dari logat sunda Ciwastra Land.
  • Octaryanto Hergieansyah --> Egi. Gue lupa kapan pertama kali ketemu, tapi yang gue tahu dia adalah orang yang jadi panutan buat kami semua. Mungkin karena umur & angkatan yang lebih tua, jadi dia lebih punya pengalaman, kemampuan untuk ngomong dan bercerita. Sosok yang sayang banget sama nyokapnya yang membuat dia semakin mendapat apresiasi dari kami semua, terlebih dia emang orang yang matang dalam hal emosi. Pokoknya gue salut sama orang yang mau berusaha terus nginget orang-orang yang dia sayang dan berusaha perjuangin itu. Semoga gue juga begitu, gi..
  • Arief Mulia Hakim Luis --> Arief. Saat ketemu pertama kali, dia orang yang agak menjengkelkan buat gue, persis mirip temen gue dari SMA. Dulu singkat cerita, gue sama temen SMA gue yang mirip si arief ini sering banget bertengkar, entah karena dua-duanya sama2 ngotot, dan udah berpuluh kali kami ngalamin kaya gitu. Tapi bedanya Arief ini lebih dewasa, lebih punya perasaan, lebih peka sama lingkungan sekitarnya. Walaupun jujur aja kelihatan banget saat dia lagi carmuk sama cewe lain, tapi sikapnya masih bisa dikendalikan.
  • St. Nurfiera Radia --> Fiera. Dia salah satu orang teraneh pada awalnya. Sikap dia yang begitu dingin membuat gue penasaran. Gue coba memahami perasaan seorang Fiera, karena gue ngerasa dia akan jadi sahabat yang baik kalo saja kami bisa kenal dia lebih dekat. Dan tipikal dia yang gue tangkep, dia orang yang bisa jadi control emotion dalam forum kami, karena dia punya self control at around. Bisa dibayangin apa yang terjadi kalo sampai ada apa2 sama fiera? Gue dan yang lainpun akan ngerasa begitu memikirkan dibanding yang lain. Itu karena kami begitu merasa memilikinya, sahabat yang baik, sahabat yang bisa membawa kami ke lintas emosi yang kadang membuat kita bergembing.
  • Irza Auky --> Ijonk. Pertama kali gue ketemu dia waktu baris di PMB, dia baris disebelah gue. Orangnya mirip sama icha, penuh cerita dan temen yang sangat baik. Kami mulai dari satu kelompok di Dia bisa mengisi komentar yang baik saat kami sedang melakukan forum. Gue berharap temen kaya dia, yang biasa aja tapi ngga macem2 dan bisa jadi sahabat yang baik. Itu aja cukup kok, jonk.

Semuanya tanpa ada satu dari kami semua ngga akan pernah bisa terjadi dengan apa yang namanya kebersamaan. Gue perjuangin mereka-mereka semua supaya jangan sampe ada hal-hal negatif yang masuk ke angkatan FAPSI Unpad 2010. Gue ngerti bahaya apa yang ada di depan nanti, apalagi buat cewek..itu makanya gue berusaha banget ngejaga mereka semua walaupun semampu adanya gue. Thanks to Agha, Egie, Arief, Fiera, Icha, Ijonk & Mei.

Selasa, 21 September 2010

That's my truth, and I'll do any dare for them.

Kadang orang berpikir hidup itu sekali, dan semua kesempatan itu datang nggak dua kali. Dan ternyata memang bener, ketika gue masuk kedalam lingkungan keluarga kecil PSIKOLOGI UNPAD dimana gue sering ngobrol, sering cerita sharing, sering bareng-bareng, sering tertawa, sering ngeluarin keluh kesah bareng. Akhirnya gue sadar arti dari sebuah hidup, kalo hidup itu ya emang cuma sekali. Kalo hidup itu nggak akan ada yang namanya situasi yang sama, sekali kita mengalami kejadian yang begitu membahagiakan, nggak akan pernah bisa terulang sekalipun kita terus berharap.
Dan disini gue mengalami perubahan pandangan yang begitu besar. Gue jadi lebih memahami apa itu yang namanya persahabatan. Bahkan sampe nangis pun gue bisa karena denger cerita salah satu temen gue. Kenapa? Karena kita semua punya hati, karena gue merasa memiliki mereka semua dan gue merasa ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Sekecil apapun masalah, gue nggak mau kalau sampe ada kericuhan sedikitpun diantara keluarga FAPSI ini. Dan disini gue benar-benar mendapatkan ARTI, mendapatkan apa yang selama ini gue cari.
Gue yang tadinya sama sekali nggak berpikir bisa punya temen-temen deket.
Ternyata apa? mereka bisa gue dapatin di FAPSI..
Gue yang tadinya sama sekali berpikir kalo temen itu nggak selama lamanya bisa mengerti kita.
Ternyata apa? mereka yang selalu mengerti keadaan gue..
Gue yang tadinya sama sekali nggak nganggep temen itu sbg lahan curhat.
Ternyata apa? gue yang selalu nanya pendapat mereka sekarang..

Gue merasa dulu bukan orang yang baik untuk jadi temen deket, tapi FAPSI memberi arti. Mereka-merekalah sahabat terbaik dan terhebat yang bisa merubah pandangan gue. Mereka-merekalah temen-temen yang nggak akan gue tinggalkan sampai nanti gue lulus. Gue bersyukur punya temen-temen kaya mereka semua. Gue bersyukur banget bisa deket sama mereka semua. Gue bersyukur banget dikasih temen baru yang bisa langsung jadi temen segala-galanya buat gue. Dan gue sayang mereka semua..

FIERA RADIA (fira)
OCTARYANTO HERGIEANSYAH (egie)
GHANI ADITYO AGUNG (agha)
RIZKI PANGESTU (iki)
ARIEF MULIA HAKIM LUIS (arief)
DIAH ASTARI RAHMANITA (asty)
ANNISAA FIRDIANA (icha)
IRZA AUKY DISTIANTY (ijonk)
ARFIANTY ANDARYANI (arfy)
PUTRI ARISKA (putri)
MEIDINI PUTRI CHAIRMANITA (mei)