Jumat, 17 Desember 2010

I Made Wirya

»
Putu M. Setiawan
 
Mungkin saya orang yang paling cengeng untuk diajak teman bercerita tentang Ayah. Mata saya berkaca ketika ada sebuah ucapan tentang perjuangan Ayah. Hidung saya kembang kempis ketika ada suatu topik yang berhubungan dengan Ayah dan keluarga saya. Namun tidak pernah saya buka itu ketika berhadapan langsung dengan Ayah saya, saya merasa segan dan malu untuk bersikap cengeng di depannya. Dikutip dari tweet saya di twitter dan semoga kita sedikit merenung terhadap beberapa hal yang TIDAK TAHU tentang keberadaan AYAH sebagai seorang yang nyata di hadapanmu. Mari renungkan :
 
1. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
2. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
3. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.
4. Kadang-kadang kita bertengkar dgn Ayah layaknya musuh, tapi dia menjadi sahabat seumur hidup.
5. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
6. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.
7. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
8. Ayah menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.
9. Ayah selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang kuliahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya.
10. Ayah akan berkata, "Tanyakan saja pada ibumu," ketika ia ingin berkata, "Tidak".
11. AYAH lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.
12. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
13. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.
14. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.
15. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.
 
INI SEMUA HANYA SEBAGIAN KECIL DARI BANYAK TINDAKAN HEROIK YANG DILAKUKAN TULUS OLEH SEORANG AYAH. APA YANG SAYA TULISKAN HANYALAH HAL-HAL YANG BISA SAYA INGAT DAN SELALU JADI BAHAN RENUNGAN SAYA GUNA MENGGAMBARKAN RASA BANGGA, RASA KAGUM, RASA UNTUK TETAP MENCINTAI DAN MENGHARGAI DAN BENTUK HORMAT UNTUK AYAH, dari Anandamu, Putu M. Setiawan.

Rabu, 08 Desember 2010

Sahabat ingatkah kau akan semua?

Sebuah tujuan yang dari awal kita bangun, sebagai pondasi kami supaya kita bisa satu tujuan, persepsi hingga lulus untuk bisa tetap ada dan diingat selalu. Sebuah tujuan yang memang begitu bijaksana menurut saya dengan melihat situasi yang telah ada sebelumnya.
ANGKATAN YANG NETRAL
Begitulah ciri khas yang kami rembugkan bersama secara implisit dan kata-kata itu masih saya pegang sampai sekarang. Netral yang berarti tidak memihak. Sudah cukup jelas bagi saya untuk menjelaskannya. Dimana frase itu tidak perlu dijabarkan dengan kata "tapi".
Dan yang saya rasa sekaran, mulai ada kecenderungan untuk menyisipkan kata "TAPI" didalam tujuan itu, dan saya bingung menjelaskannya seperti apa, seperti semuanya berubah dan saya takut salah mengartikannya.
Bahkan menjadi sebuah pertanyaan untuk saya pribadi, ketika kita dihadapkan kedalam sebuah masalah itu.
Bagaimana kita menjelaskan ketika kata "TETAPI" itu muncul ?
Seperti kiranya,
kita akan menjadi sebagai mana mestinya angkatan yang baru, TAPI....
kita angkatan yang netral, TAPI.....
kita akan bersikap netral, TAPI....
kita tidak akan memihak siapa-siapa untuk berkenalan dgn teman, TAPI....

Seperti itu kah menjelaskan kata ANGKATAN yang NETRAL ?
Saya merasa sudah berusaha untuk lebih mengenal orang yang menjadi panutan, teman-teman dan orang yang hidup di lingkungan saya. Dan saya merasa terus berusaha menyadarkan diri untuk mengenal dengan baik mereka. Dan seperti itulah menurut saya menjelaskan identitas kami sebagai angkatan yang netral.

Kamis, 25 November 2010

For a Daughter

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Minggu, 21 November 2010

L for the way you look at me. O...V...E

I do not believe in love at first sight. I think it started from interested, then love, then love, last love. Love is when you already think will spend the rest of your life with, and it takes time. Therefore, it impossible to love at first sight. If interested or love at first sight, YES, I believe. There are several opinions about it, for example:Love at first pandnagan it was love at feeling love itself, not on the person. Love / are interested in it very enjoyable and so addictive, because someone likes these early stages, and quickly get bored when it's running so long. Love at first sight because it reminds us of someone unconsciously / subconsciously with his father (if you're female) or mother (if you're male).

Love is a miracle, absolutely. A man will do everything in his power to attract a woman, to adore her, to keep her safe, and to make her happy. A woman will do everything to love and care of her man, to keep him feel loved and satisfied, and to make him happy. A man will work endlessly to feed his family, to keep them safe, to have the future of his children bright, and to maintain his family as a wonderful and strong family, no matter what happen outside. A woman will do double job, as a career woman and a housewife. She wake up earlier and be the last one to sleep to ensure the comfort of her husband and her children. She keeps her tears even though she feels very tired doing all of her work as a mother, and smiling so that her children will feel that their mother is a tough but lovely woman. All of these happen because of love.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya. Tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta itu tumbuh di hatimu... -platoy-

Rabu, 17 November 2010

Kamu peramal ?

Kenapa rasanya cemas setelah berbincang sedikit dengannya. Terasa sedikit dingin di bagian kaki, tangan dan telinga. Apakah ini yang harus gue rasain?
Kenapa perasaan itu bercampur aduk, antara bahagia, senang dll. Hampir gue sempat tertunduk karena ga kuat menahan lemesnya tangan & badan, seketika ruangan disekitar gue ini menjadi dingin penuh dengan rasa gelap. Oke, gue coba tenangin diri sendiri sebentar. Minum seteguk air putih, dan mulai melanjutkan menulis. Gue setel lagu-lagu yang bisa bikin gue nyaman untuk sementara. Dan beberapa dari lagu itu gue putar berulang-ulang.
Beberapa pertanyaan yang gue lontarkan kurang lebih bisa menggambarkan semuanya dan gue menangkapnya. Masih seperti gue pertama kali ketemu dan berusaha ngedeketin, tanpa perubahan. Fyuuuh...cukup keren sih, gue bisa berada di posisi ini.

Selasa, 16 November 2010

If It's True


Hati saya ada pada Kamu, bahkan sakit yang hingga saat ini terus memutar di perasaan setiap malam.
Saat ini saya merasa sakit yang sedikit banyak, Kamu mengambil hati saya dan hanya membuang semua itu. Setiap kali kita memerangi hal ini, Kamu tidak peduli. Kamu seolah tak ingin melihat. Kamu seolah tak akan mencoba hal itu.

Nanti, untuk yang terakhir kalinya biarkan saya mendengarnya dari Kamu. Jika yang tepat pilihan itu adalah cara lain untuk saya pergi...................




If you never try to make it up.

Kamis, 04 November 2010

No More Admire

Semua tulisan di blog ini sebagian besar berbahasa Indonesia. Karena gue ingin terus mengembangkan imajinasi, kreatifitas dan literatur dibidang tulis-menulis. Dulu, gue sama sekali ga bisa memulai untuk belajar menulis sebuah karangan, cerpen bahkan sebuah cerita analogi. Hampir gak ada yang bisa gue tuangkan ketika gue berhadapan di depan kertas kosong dengan sebuah ballpoint, layar word sheet, notepad ataupun blog. Kebiasaan yang paling sering dulu, udah buka internet, login blog, new entry, langsung diam selama berjam-jam demi coba nulis awal post.
Tapi karena gue sadar betapa pentingnya menyampaikan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis. Latihan awalnya cukup simpel, mulai dari meniru cara orang berbicara, mempraktekannya sendiri, lalu menulis potongan-potongan kalimat di twitter, facebook maupun myspace. Yang akhirnya menjadikan banyak kalimat, otomatis jadilah sebuah paragraf, yang terus gue kembangkan dan menjadi sebuah karangan kecil.
Ga sampe sana, gue terus memulai sebuah catatan yang nantinya menjadi inspirasi membuat karangan yang lebih besar lagi. Semuanya itu mengalir begitu aja ternyata, ga perlu gue menguras pikiran untuk memulai membuat karangan baru. Cukup sedikit demi sedikit aja pemikiran gue simpen di otak, lama-lama akan gue ledakan di blog ini. Nantikan berikutnya...

Selasa, 02 November 2010

Ya apalah ini...

Apakah ini sudah resmi ?
Apakah ini sudah pasti ?
Dan mengapa gue ngga di kabarin sedikitpun tentang kabar bahagia ini ?
Wow..yahaha bahas sedikit aja deh
Yah walaupun ini gue masih belum tau ini resmi atau ngga, gue sih dukung-dukung aja. Yang penting dia bisa mandiri disana dan makin semangat sama apa yang dia jalanin sekarang. Gue dukung dia mau jadi pramugari dan yang satu lagi mau jadi pilot, itu bagus, jadi kalian masih bisa saling menunggu dan berjuang demi mendapatkan semua itu. Semua itu wajar, kalian cocok dan memiliki kesamaan latar belakang, terlebih dalam hal keyakinan kalian. Ngga seperti gue yang ga mungkin akan bersatu. Dia itu kan masih labil, masih terbawa suasana saat komunikasi dgn seseorang. Jadi kalaupun gue tanya dia gimana, mungkin dia akan menutupinya. Dan gue disini malah belajar untuk lebih berpikiran kritis dan dewasa. Gue mulai memikirkan bibit dan bobot untuk menjalani hubungan jarak jauh. Semua kata-kata gue memiliki tanggung jawab nantinya, makanya gue berani berkata seperti ini...
Gue doakan, semoga impian kalian terwujud. Masalah pengenalan, masalah pendekatan, masalah kenyamanan itu semua bisa kalian dapatkan kalau kalian udah punya impian yang sama. Sama seperti waktu gue bermimpi untuk bisa satu kampus dan menjalani hubungan ini sampai gue lulus nanti. Pokoknya gue dukung terus apapun yang dia lakukan. Semangat!

Minggu, 24 Oktober 2010

Prolog Ideology

Entah saya menulis ini ada benarnya atau tidak, yang jelas secara keseluruhan ini adalah pandangan saya dengan masalah yang timbul lewat berbagai selentingan yang saya dengar. Saya tidak ingin nasib saya berujung seperti bu Prita karena dianggap salah ngomong atau terlalu berlebihan mengungkapkan pendapat.
Mohon didengar dulu..
Bahwa apa yang orang-orang pandang sebagai sesuatu nilai etika kepada kami ini terkesan terlalu over-critical. Ya, mereka menganggap kami ini masih baru dan perlu pendampingan dan itu benar. Mereka menganggap mereka mungkin lebih kompeten untuk mengurusi masalah adaptasi seperti apa yang kami jalani seperti sekarang ini dan itupun tak salah.
Tetapi dalam hal apa?
Apakah setiap langkah kami harus selalu didampingi tanpa memberikan pilihan kepada kami, kesempatan kepada kami dan mengintervensi kaum kami dengan berbagai cara supaya kami dapat ikut ke dalam jalur yang kalian anggap benar itu? Apakah peran seorang pendamping seperti itu? Apakah peran seorang yang lebih kompeten itu artinya sebagai orang yang dapat memberikan kendali kepada kami? Lalu apa peran kami? Atau kami hanya harus mengikuti itu semua tanpa berusaha mencerna semua opini-opini dan mencari kebenaran atas apa yang kalian dan yang lain berikan?
Satu hal yang perlu diingat, bahwa kami pun belajar mandiri dan kami pun sekarang ini belajar bagaimana mengkondisikan diri kami bersama-sama untuk lebih solid atas kebersamaan yang akan kami lalui nanti dan kami sangat sadar akan hal itu. Itu semua yang kalian ingin kan?
Biarkan kami belajar tentang hidup sendiri, tolong jangan intervensi dan berikan kami kebebasan untuk memilih..maaf kalau kami kurang sopan dimata kalian, maaf kalau kata-kata kami kurang terpelajar di mata kalian. Karena disinilah kami dibimbing oleh kalian. Kami sangat menerima masukan, namun bukan sebuah intervensi ataupun dogma yang harus dilakukan dan diancam atas ketidakramahan kalian jika kami menolak dogma tersebut. Karena kami tahu, orang yang mampu membimbing itu tidak akan meninggalkan bagian lain yang ingin memberontak hanya karena orang itu tidak sepaham dengan kalian. Kami tidak ingin bernasib seperti orang-orang yang kalian anggap salah itu.
Terima kasih

Sabtu, 16 Oktober 2010

Review Story

Satu Jam Saja

Film ini jadi mengingatkan gue tentang sebuah kenangan masa lalu dan memunculkan hipotesis gue tentang sebuah hubungan, bahwa setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Perpisahan inilah yang nggak mungkin atau memang terasa berat untuk setiap pasangan yang baru saja memutuskan status hubungannya. Lewat lirik lagunya, "Jangan berakhir karena esok takkan lagi, satu jam saja, ku ingin diam berdua..mengenang yang pernah ada", membuat gue berpikir kalo sikap gue selama ini yang terlalu professional tentang setiap hubungan perpisahan terlalu jahat. Kadang cewek membawa pergi lebih dulu statusnya dari pada perasaannya, kadang cewek meludah lebih dulu dari pada menangis. Gue selalu menyesal setiap meninggalkan orang yang gue sayang dan orang yang sayang sm gue. Jadi mungkin yang lebih baik mengizinkan status ini pergi lebih dulu ketimbang perasaan, izinkan ia merasa bahagia mengakhiri segalanya. Izinkan kami berdua, mengenang yang pernah ada. Izinkan kami sebentar lagi, merasakan seperti rasa yang selalu ada dan pernah ada..

Selasa, 12 Oktober 2010

Setitik Pertemuan untuk Sejuta Makna

Pertemuan kami begitu singkat. Berawal dari teman kursus, gue mulai belajar mengenali sikap dan sifat seorang wanita. Gue mulai membandingkan mana wanita yang pantas untuk gue.
Hubungan kami begitu cepat. Berawal dari hubungan yang tak sehat, gue coba mamatahkan paradigma orang-orang tentang karma. Walaupun akhirnya kami menjalani 1 tahun hubungan dengan baik, dan penuh dengan suka duka dimana gue disini menemukan hubungan yang benar-benar memacu segala pengorbanan.
Akhir dari semuanyapun bagaikan kilat. Berawal dari hubungan jarak jauh, memicu sebuah ketidakbebasan untuk bisa saling bertatap, dan kami sadar akan adanya sebuah perbedaan prinsip yang walaupun itu bisa ditutupi, namun jarak dan kebebasan itu yang tak bisa dibeli.
Gue bersyukur bisa milih wanita kaya dia. Wanita yang kuat, tegar dan tabah.
Gue beruntung bisa miliki wanita secantik dia. Wanita yang tau bagaimana memposisikan diri sebagai wanita didepan pasangannya.

Ya Tuhan,
Terimakasih untuk perkenalannya..
Terimakasih untuk kesempatan ini..
Terimakasih untuk cinta yang Kau beri pada kami..
Terimakasih telah menjaga hubungan kami selama ini..
Terimakasih telah memberiku wanita yang setia..
Terimakasih telah memberiku wanita yang tulus mencinta..
Terimakasih telah memberiku wanita yang jujur berucap..
Terimakasih telah membimbingku mengajarinya membangun sebuah komitmen..
Semoga semua hal itu ia tanamkan untuk pasangannya nanti..
Semoga semua hal itu ia berikan untuk pasangannya nanti..
Semoga ketulusan cintanya, ia berikan untuk kekasih sama seperti halnya ia berikan padaku..
Terimakasih untuk 17 bulan, hari bersamanya..

Rabu, 22 September 2010

Little Friendship, Big Family

Siapa yang menyangka hidup kita mau seperti apa? Siapa yang menyangka kita nanti akan sukses? Satu hal yang selalu jadi pekikan, "mau dimanapun kita, label kaya apapun kita, kalo emang kita mau berusaha dengan sekuat hati & tenaga niscaya kesuksesan bisa kita raih". Dan selama 4-6tahun hidup gue akan bergantung sama mereka semua, dan bukannya ngga mungkin kalo kita semua ini layaknya saudara di sebuah keluarga besar. Sebuah keluarga itu penuh dengan kebersamaan, sebuah keluarga itu penuh akan keterbukaan, dan sebuah keluarga itu saling mengerti. Karena mereka-mereka semua selalu mengisi kebersamaan di dalam keluarga besar FAPSI UNPAD, karena mereka-mereka semualah yang menunjukan keterbukaannya atas dasar kekeluargaan, dan karena senyum merekalah yang mau mengerti gue. Setiap kali gue nulis ini, jujur aja gue selalu ngebayangin dimana saat-saat kita bersama, bercanda bareng, ngobrol bareng, penuh dengan keterbukaan, penuh dengan kebersamaan. Gue pun kadang-kadang harus mengusap air yang keluar dari mata karena begitu berartinya mereka. Dan dari perjalanan 3 bulan pertama ini ngga selalu mulus, banyak banget rintangan yang kita hadapi mulai dari masalah pribadi sampai masalah kelompok. Nah biar kalian tau siapa-siapa aja mereka yang gue anggap keluarga spesial 4tahun, gue akan kenalin satu persatu.
Dari yang paling kiri :
  • Annisaa Firdiana --> Icha. Pertama gue ketemu dia, lewat facebook. Dialah orang yang pertama gue sms untuk nanya jadwal registrasi, almamater, sampai dateng di pra-PMB kemarin. Dan dialah orang yang selalu gue jadiin panutan, disaat gue merasa hubungan gue dgn pacar mulai ngga baik, gue langsung melihat gimana si icha sama pacarnya Tyo (yang sekarang di Hukum, UI). Dia orang yang bisa tegar sekalipun disaat menangis. Gue punya cerita banyak tentang dia selama 3bulan ini, dialah yang selalu menolong, menemani gue disaat gue butuh seseorang misalkan aja nanya tentang sesuatu, dia juga yang ngasih masukan dalam setiap forum.
  • Meidini Putri Chairmanita --> Mei. Pertama gue ketemu dia saat pengisian buper, memang agak jauh waktunya, tapi gue selalu memperhatikannya dari awal foto list kelulusan SMUP di upload, karena yang gue tahu dia kost di seberang kostan gue. Jujur aja gue tertarik sama dia dalam hal kekeluargaan. Dia orangnya lucu, lugu banget dan sangat mudah impressive. Gue ngerasa nyaman banget disaat bareng dia, entah kenapa gue seperti ngerasa punya adik, punya temen yang lebih muda, tapi gue ngga merasa seperti bertemen sm anak kecil, dia punya pemikiran yang dewasa. Yang gue tau, dia sering bergantung sama temen-temennya. Dan itu juga yang membuat dia batal kost di seberang kostan gue, lalu pindah ke Ciseke. Gue lebih menganggep dia lawan main gue di film2 FTV, karena orang suka men"cie-cie" saat gue lagi berdua sama dia. Haha..maaf bercanda
  • Ghani Adityo Agung --> Opa Agha. Pertama gue ketemu dia saat hari ke2 PMB, memang agak aneh melihat pakaianya dia yang begitu nyentrik. Disaat kami semua berpakaian putih hitam, bername-tag kupu2, dia dengan santainya dateng telat dengan pakaian bebas. Gue kira senior, ngga taunya maba juga. Ckck. Tapi beliau emang jadi panutan buat gue, sikapnya yang bijak mampu menjadi penengah dikala ada pertikaian, bahasanya yang medok mampu menjadi penghibur dikala dukalara. Tapi cukuplah, gue ngga mau ngebahas anak cowo panjang2, takut dikira "aneh" juga.
  • Diah Astari Rahmanita --> Asty. Pertama kali gue ketemu dia waktu hari pertama PMB, dialah yang membuat daftar nama kelulusan SMUP kemarin. Gue seneng banget dia orang yang begitu periang, dia juga salah satu orang yang mudah impressive dan gue suka akan hal itu. Gue nganggep dia udah kaya sahabat kecil, mungkin karena dia mirip sama temen masa kecil gue (Harly) yang kemarin juga sempet gue ajak ngumpul bareng di forum bersama asty. Keluarga gue bener-bener lengkap deh ditambah dengan orang macem asty yang selalu bisa membawa hawa positif lewat riangnya.
  • M. Kadaryadi --> Kadar. Pertama kali gue ketemu dia waktu hari pertama PMB, dari awal ngeliat sih gue sebenernya sedikit risih melihat gaya berpakaiannya yang kalo kata orang "baru mahasiswa baru aja dah belagu". Tapi maaf, setelah gue kenal dia ternyata Kadar itu orang yang humoris, apa ya..bisa menempatkan diri. Dia juga orangnya ngga suka ngomong banyak, kalaupun ngomong ya paling ngga lucu lah didengernya dari logat sunda Ciwastra Land.
  • Octaryanto Hergieansyah --> Egi. Gue lupa kapan pertama kali ketemu, tapi yang gue tahu dia adalah orang yang jadi panutan buat kami semua. Mungkin karena umur & angkatan yang lebih tua, jadi dia lebih punya pengalaman, kemampuan untuk ngomong dan bercerita. Sosok yang sayang banget sama nyokapnya yang membuat dia semakin mendapat apresiasi dari kami semua, terlebih dia emang orang yang matang dalam hal emosi. Pokoknya gue salut sama orang yang mau berusaha terus nginget orang-orang yang dia sayang dan berusaha perjuangin itu. Semoga gue juga begitu, gi..
  • Arief Mulia Hakim Luis --> Arief. Saat ketemu pertama kali, dia orang yang agak menjengkelkan buat gue, persis mirip temen gue dari SMA. Dulu singkat cerita, gue sama temen SMA gue yang mirip si arief ini sering banget bertengkar, entah karena dua-duanya sama2 ngotot, dan udah berpuluh kali kami ngalamin kaya gitu. Tapi bedanya Arief ini lebih dewasa, lebih punya perasaan, lebih peka sama lingkungan sekitarnya. Walaupun jujur aja kelihatan banget saat dia lagi carmuk sama cewe lain, tapi sikapnya masih bisa dikendalikan.
  • St. Nurfiera Radia --> Fiera. Dia salah satu orang teraneh pada awalnya. Sikap dia yang begitu dingin membuat gue penasaran. Gue coba memahami perasaan seorang Fiera, karena gue ngerasa dia akan jadi sahabat yang baik kalo saja kami bisa kenal dia lebih dekat. Dan tipikal dia yang gue tangkep, dia orang yang bisa jadi control emotion dalam forum kami, karena dia punya self control at around. Bisa dibayangin apa yang terjadi kalo sampai ada apa2 sama fiera? Gue dan yang lainpun akan ngerasa begitu memikirkan dibanding yang lain. Itu karena kami begitu merasa memilikinya, sahabat yang baik, sahabat yang bisa membawa kami ke lintas emosi yang kadang membuat kita bergembing.
  • Irza Auky --> Ijonk. Pertama kali gue ketemu dia waktu baris di PMB, dia baris disebelah gue. Orangnya mirip sama icha, penuh cerita dan temen yang sangat baik. Kami mulai dari satu kelompok di Dia bisa mengisi komentar yang baik saat kami sedang melakukan forum. Gue berharap temen kaya dia, yang biasa aja tapi ngga macem2 dan bisa jadi sahabat yang baik. Itu aja cukup kok, jonk.

Semuanya tanpa ada satu dari kami semua ngga akan pernah bisa terjadi dengan apa yang namanya kebersamaan. Gue perjuangin mereka-mereka semua supaya jangan sampe ada hal-hal negatif yang masuk ke angkatan FAPSI Unpad 2010. Gue ngerti bahaya apa yang ada di depan nanti, apalagi buat cewek..itu makanya gue berusaha banget ngejaga mereka semua walaupun semampu adanya gue. Thanks to Agha, Egie, Arief, Fiera, Icha, Ijonk & Mei.

Selasa, 21 September 2010

That's my truth, and I'll do any dare for them.

Kadang orang berpikir hidup itu sekali, dan semua kesempatan itu datang nggak dua kali. Dan ternyata memang bener, ketika gue masuk kedalam lingkungan keluarga kecil PSIKOLOGI UNPAD dimana gue sering ngobrol, sering cerita sharing, sering bareng-bareng, sering tertawa, sering ngeluarin keluh kesah bareng. Akhirnya gue sadar arti dari sebuah hidup, kalo hidup itu ya emang cuma sekali. Kalo hidup itu nggak akan ada yang namanya situasi yang sama, sekali kita mengalami kejadian yang begitu membahagiakan, nggak akan pernah bisa terulang sekalipun kita terus berharap.
Dan disini gue mengalami perubahan pandangan yang begitu besar. Gue jadi lebih memahami apa itu yang namanya persahabatan. Bahkan sampe nangis pun gue bisa karena denger cerita salah satu temen gue. Kenapa? Karena kita semua punya hati, karena gue merasa memiliki mereka semua dan gue merasa ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Sekecil apapun masalah, gue nggak mau kalau sampe ada kericuhan sedikitpun diantara keluarga FAPSI ini. Dan disini gue benar-benar mendapatkan ARTI, mendapatkan apa yang selama ini gue cari.
Gue yang tadinya sama sekali nggak berpikir bisa punya temen-temen deket.
Ternyata apa? mereka bisa gue dapatin di FAPSI..
Gue yang tadinya sama sekali berpikir kalo temen itu nggak selama lamanya bisa mengerti kita.
Ternyata apa? mereka yang selalu mengerti keadaan gue..
Gue yang tadinya sama sekali nggak nganggep temen itu sbg lahan curhat.
Ternyata apa? gue yang selalu nanya pendapat mereka sekarang..

Gue merasa dulu bukan orang yang baik untuk jadi temen deket, tapi FAPSI memberi arti. Mereka-merekalah sahabat terbaik dan terhebat yang bisa merubah pandangan gue. Mereka-merekalah temen-temen yang nggak akan gue tinggalkan sampai nanti gue lulus. Gue bersyukur punya temen-temen kaya mereka semua. Gue bersyukur banget bisa deket sama mereka semua. Gue bersyukur banget dikasih temen baru yang bisa langsung jadi temen segala-galanya buat gue. Dan gue sayang mereka semua..

FIERA RADIA (fira)
OCTARYANTO HERGIEANSYAH (egie)
GHANI ADITYO AGUNG (agha)
RIZKI PANGESTU (iki)
ARIEF MULIA HAKIM LUIS (arief)
DIAH ASTARI RAHMANITA (asty)
ANNISAA FIRDIANA (icha)
IRZA AUKY DISTIANTY (ijonk)
ARFIANTY ANDARYANI (arfy)
PUTRI ARISKA (putri)
MEIDINI PUTRI CHAIRMANITA (mei)