“Kamu bener nggak selingkuh?”
“Iya, bener.”
“Berani sumpah?”
“Iya, sumpah.”
“Berani mandul?”
“Iya, berani.”
Dan mereka pun berciuman sesudahnya. Mencoba menghilangkan ketidaknyamanan yang terjadi selepas interogasi dadakan tersebut. Sebenarnya mereka tahu. Sekali kepercayaan terkikis, tak ada kesempatan buatnya untuk kembali utuh. Mereka berdua tahu, ciuman ini adalah bagian dari sandiwara yang mereka berdua mainkan. Sandiwara cinta yang kadaluarsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar