Kamis, 18 Juni 2009

Keep Relationship Well (6 poin)

*Pertama, kecewa? ngapain?
Dari pengalaman yang udah-udah, kalo kita mulai merasa kecewa dengan pacar sendiri dan memandangnya jadi sebuah kesalahan yang gak mungkin bisa diperbaiki, itu artinya awal dari semua basic masalah yang bisa muncul untuk selanjutnya mengakhiri pacaran.
Nah kalo kita merasa kecewa sama doi, sebisa mungkin usahakan buat melepaskan rasa kecewa kamu. Misalnya gak bisa, ciptakan waktu yang tepat buat membicarakan hal yang udah bikin kamu kecewa face to face (gue sm dia aja jarang face to face..haha). Ungkapin aja, tapi nggak usah ngotot, supaya dia menurutin apa yang kamu harepin. Dengan mengucapkannya aja udah lebih dari cukup, supaya kita saling memahami.

*Kedua, jangan mengontrol cemburu
Cemburu ko dikontrol? Ya susah.. :D
Emang susah banget untuk mengontrol satu hal yang namanya cemburu, entah itu ada yang iseng, atau emang doi yang gatel (haha). Lagian berusaha mengontrol cemburu bisa memperburuk keadaan, makin dikontrol, makin numpuk cemburunya, dan bisa suatu saat nanti akan meledak. Setelah cemburu meledak, bakal makin susah buat memperbaiki relationship yang udah remuk karena pertengkaran gak karuan, ya syukur syukur akhirnya damai tanpa dendam. Gak perlu mengontrol cemburu, instead of controlling, sebaiknya lepasin aja pelan pelan, bilang ke doi kalo kamu cemburu pada apa yang dilakukannya. Tapi lihat dulu akar permasalahannya. Kalo kamu cemburu karena pasanganmu ketemu orang yang lawan jenis untuk urusan pertemanan atau bisnis? Well, kamu manusia yang aneh.

*Harapan berlebihan
Sering kali kita minta pasangan kita untuk menjadi manusia sempurna di hadapan kita
Selalu senyum, perhatian, ramah, ataupun "hot" (pokoknya perfect-lah)
Betul gak?
Nah, kamu jangan salah, doi juga manusia, tempat di mana kesalahan dan kebodohan menetap. Harapan yang berlebihan cuma bikin kita bete sendiri. Lagian yang mau pacaran sama doi, kamu sendiri kan? Makanya dari awal berusahalah menerima kekurangannya. Cara paling gampang adalah mengkomunikasikannya, tapi sekali lagi, jangan minta dia untuk cut, stop langsung.
Luangkan aja waktu untuk berdua (SERIOUSLY). Kesibukan yang terlalu banyak kadang bener bener ngabisin waktu kita, bagaimanapun, doi pasti punya keinginan untuk di temani di kala senggang dan lelah. Meluangkan sedikit waktu untuk bersama adalah hal bijak, dimana ini nggak membuat pasangan jadi terlalu bergantung sama kita, dan mengakibatkan adanya poin nomer 3, juga tidak membuat pasangan jadi lupa dengan kita.
Katakanlah dalam seminggu cuma punya 1 hari untuk bersama, hari minggu. Yaudah, gunakan kesempatan tadi dengan sebaik baiknya, berkomunikasi dengan doi adalah cara terbaik, tapi komunikasi tidak harus melalui ngobrol bertatap muka berdua berjam jam. Daripada begitu, mendingan jalan jalan belanja keperluan rumah tangga or something.

*Miskin komunikasi
ah yang ini gak perlu dibahas

*Miskin berterimakasih
Selain butuh kritik, doi juga butuh pujian. Pujian pujian kecil untuk doi dari apa yang sudah dilakukannya untukmu, sangat mungkin membuat pasanganmu terikat erat rasa memilikinya.
Biarpun kaos yang dibelinya nggak cukup buatmu, parfum yang dibelinya untukmu ternyata palsu, masakannya nggak cukup enak buatmu, dan lain hal, tapi dia sudah melakukan sesuatu untuk kita, yang berarti bisa dibilang, itu pengorbanan energi, waktu, dan pikiran. Satu kata "terima kasih" bisa melegakan hatinya dari perasaan cemas dan waswas akan pengakuan hasil karya nya. Walaupun kita nggak memuji. Say thanks. A lot.

*Keras kepala
Kita emang dari lahir tuh memiliki ego masing masing, memiliki rasa ingin dipuaskan oleh pilihan dan pendapat kita. Semua hubungan baik pacaran atau menikah, pasti ada perbedaan pendapat dan pertengkaran, salah satu cara memecahkan masalahnya adalah belajar "mendengarkan". Nah, ego kita sering kali "meminta" kita untuk jadi yang paling benar di semua argumen. Padahal, bagaimanapun dimata orang orang dianggap tetap salah, kita ngerasa harus jadi yang paling benar.
Hal terbaik untuk menyikapinya adalah dengan mendengarkan apa yang disampaikan orang. Dan mengucap "maaf" di tempat pertama, jika kamu nggak bisa ngerti kenapa itu dianggap salah. Ini akan menghindari konflik yang nggak diperlukan.
Setelah kamu punya waktu untuk sendiri, dan tenang, coba cari dan minta pendapat dari orang lain, mengapa hal itu dianggap salah.
Tips : Jangan minta pendapat dari teman mu. Kebanyakan teman malah akan mendukung pendapatmu, tanpa mereka terlalu peduli dan mengerti dengan apa yang telah terjadi, dan kamu akan terus menerus membuat kesalahan. Cari masukan dari orang yang netral.

Tidak ada komentar: