ada waktu yang tidak pernah ditebak, kapan ia hidup dan kapan ia akan mati
ada waktu yang selalu (dianggap) menentukan
ada waktu yang selalu (dianggap) disalahkan
ada waktu yang selalu (dianggap) dapat memberikan sebuah jawaban...
aku, lah sang waktu.
yang selalu diminta untuk berlari dengan cepat.
oleh mereka yang tidak mau terjebak terlalu lama karena lampu merah.
oleh mereka yang tidak mau terjebak terlalu lama karena situasi yang tidak menyenangkan
oleh mereka yang tidak mau terjebak terlalu lama karena sedang menghadapi ujian
oleh mereka yang tidak mau terjebak terlalu lama karena sedang menghadapi kisah cinta
yang tidak tentu
oleh mereka yang tidak mau terjebak terlalu lama karena sedang mengahdapi kemacetan
oleh mereka yang tidak mau terjebak terlalu lama karena kisah masa lalu yang buruk
oleh mereka yang tidak mau terjebak terlalu lama dengan kegiatan yang membosankan
oleh mereka yang tidak mau terjebak terlalu lama karena sedang menghadapi ceramah dosen
yang membosankan
oleh mereka yang tidak mau bersabar sejenak dengan apa yang sedang mereka hadapi saat
ini.
apapun itu.
aku, lah sang waktu.
yang selalu diminta untuk bergerak sangat lambat.
oleh mereka yang membutuhkan waktu lebih lama karena situasi yang menyenangkan
oleh mereka yang membutuhkan waktu lebih lama karena cintanya saat ini sedang bersemi
oleh mereka yang membutuhkan waktu lebih lama karena sedang memandangi seseorang
yang mereka puja
oleh mereka yang membutuhkan waktu lebih lama pada saat lampu hijau sedang menyala
oleh mereka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar mencintai seseorang
oleh mereka yang membutuhkan waktu lebih lama agar bisa menikmati liburan dengan lebih
santai
oleh mereka yang membutuhkan waktu lebih lama agar bisa mengerjakan sesuatu tanpa
tergesa-gesa
aku, lah sang waktu.
yang selalu diminta untuk memberikan jawaban
manusia sering berkata: "biarlah sang waktu yang memberikan jawaban"
manusia sering berkata: "hanya waktu yang dapat berikan jawaban"
manusia sering berkata: "liat aja nanti... waktu akan memperlihatkan semuanya"
aku, lah sang waktu.
yang selalu disalahkan
manusia sering berkata: "itu kan waktu dulu, beda dengan sekarang."
manusia sering berkata: "waktu itu mengubah keadaan. Keadaan yang terjadi sekarang pun
udah beda."
manusia sering berkata: "duh, kenapa siiih satu hari itu hanya 24 jam?! Tugas belom kelar,
neh!"
manusia sering berkata: "kenapa waktu kok, rasanya lambaaattt banget, siii??!! Pengen cepet
kelar ujian!!"
aku, lah sang waktu.
yang selalu abadi
aku menjadi saksi dari kesemua cerita manusia...
aku terus berlari, tanpa henti.
meski jam tanganmu rusak, aku masih berlari
meski jam weker pun terlambat 1 jam, aku masih berlari pada jalurku semula
meski kau membenci waktu, aku akan tetap ada
dan jika tidak ada aku...
takkan pernah ada masa lalu, sekarang, dan esok hari...
dikutip dari kumpulan cerpen Di Balik Celana Dalam Pria ~ Cecilia Gandes

Tidak ada komentar:
Posting Komentar